
Mmmhhh, saya termenung ketika melihat seorang kakek tua mengemis meminta-minta di depan rumah makan A***L (dilarang menyebut merk), saat itu saya memberi sedikit uang saya agar dia gunakan untuk membeli makanan, awalnya saya biasa saja tidak merasakan apa-apa, tetapi ketika sampe kamar, saya mulai berpikir lagi, sekarang harga-harga kebutuhan pokok sudah naik, semua kebutuhan si bapak tadi termasuk makan anak dan istrinya juga naik, tapi kenapa shadaqah yang saya kasih tuh ga pernah naik ya?
Sekarang coba bandingkan dengan dengan shodaqoh yang kita keluarkan, andaikan kita sebulan hanya mengeluarkan 100 ribu perbulan untuk shodaqoh, maka kalau dihitung itu hanya 3 ribu perhari, lalu yang mau untuk shadaqah itu hanya 100 juta warga Indonesia, hitung berapa jumlah nya, 3ribu x 100 juta = 300.000.000.000!! masih kurang 855.000.000.000 lagi untuk bisa membuat warga miskin bisa makan. Itu dengan perhitungan 100 juta warga Indonesia yang sadar. Kalau kurang dari itu gimana? Lalu itu hitung-hitungan kalau setiap shadaqah yang kita keluarkan baik dari kencleng masjid atau program shadaqoh lainnya disalurkan kepada orang miskin. Coba bayangkan kalo uang yang kita keluarkan itu sebagian dipakai untuk perbaikan dan pemeliharaan masjid. Mungkin akan berkurang lagi jumlah uang yang diterima orang miskin
Sekarang kalo dari hitung-hitungan ALLOH. Mungkin keuntungannya lebih bersifat pada keuntungan untuk yang bershodaqoh. Di surat Al-Baqarah ayat 261 disebutkan:
“ Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”
Kalau dari ayat diatas disebutkan kalau sedekah yang kita keluarkan akan diganti 700 kali lipat oleh ALLOH, mau? Jadi sekarang mau shodaqoh cuma 1000, 5000, 10000, atau lebih? Tentunya semakin banyak shodaqoh yang kita keluarkan semakin berlipat pula ganjaran yang ALLOH berikan.
Sedikit renungan untuk kita yang selama ini menjalankan pola hidup konsumtif. Sudah semakin banyak harta kita yang seharusnya menjadi hak “orang lain” tetapi dengan lahapnya kita makan tanpa menyadari apa yang akan terjadi kelak. Maaf ini bukannya saya sok suci, tapi tulisan ini saya buat agar kita bisa saling mengingatkan dan saling menasihati agar kita tetap bershodaqoh ditengah “keterbatasan” harta kita.
info lainnya tentang Ketika Shodaqoh kita sudah tak bernilai:
dapatkan domain gratis ber-ekstensi co.cc
cek ketersediaan nama domain:
Artikel Terkait:
- investasi menguntungkan
- pecahan uang 2000 kertas baru
- antara dokter dan TUHAN
- kisah tukang bengkel
- satu minggu yang melelahkan
- 12 adab makan dan minum dalam etika islam
- Khutbah Rasulullah SAW. dalam menyambut bulan ramadhan





keren nih artikel..
Itulah kenapa ISLAM mengatur sedekah dlm Al-Quran …
Hrs nya sih kita jgn takut miskin krn sedekah…wong dah dijanjikan ALLAH bakal dilipatkan 700 kali..
Malahan kalo kita pengen kaya…kita harus rajin2 beramal..
Asal ikhlas!!!
Ayo sedekah…