mahasiswa dan waktu luang

May 9th, 2009 by indra permana No comments »

Tulisan ini saya salin dari majalah medicina (majalah mahasiswa dan alumni FK UNPAD) edisi November 1974. Kalau dulu medicina sekarang itu dikenal dengan medicinus. Nah judul tulisan ini adalah “MAHASISWA DAN WAKTU LUANG”, yaa cukup menggambarkan kondisi mahasiswa saat ini juga sih.

MAHASISWA DAN WAKTU LUANG
Anda sebagai orang yang beruntung berstatus sebagai “mahasiswa”, sesungguhnya hidup adalah ruang lingkup yang begitu menjemukan: buku, kuliah, ujian, dan segala embel-embel lain yang memusingkan kepala yang memang mudah dipusingkan. Lalu, bagaimana anda suatu saat mengalihkan kerja yang sangat menjemukan itu?

Sementara detik-detik berlalu satu demi satu, anda asyik menekuni buku-buku yang cukup dapat menyita sebagian besear persediaan energy tubuh anda. Betapapun asyiknya, suatu saat anda akan mencapai titik kulminasi kelelahan ataupun kebosanan, dan mulailah huruf-huruf didepan anda itu menerpa otak tapa satupun yang dapat anda fahami; apa yang akan lakukan kemudian?

Adalah hal yang tak mungkin sekali bila seluruh waktu anda pergunakan untuk melalap habis semua buku dan kuliah anda. Kalaupun mungkin, anda akan menjadi seorang ahli hanya dalam satu bidang saja dan di luar itu anda senantiasa angkat bahu. Kita hidup dalam pengaruh lingkungan yang beragam-ragam bidangnya. Jadi menurut pemikiran akal yang sehat, mustahillah kita hanya berkecimpung dalam satu bidang saja. Dan sementara menunggu untuk tenggelam dalam buku-buku anda kembali, apa yang akan anda lakukan?

Anda adalah seoerang pelaku dalam ruang bumi ini. Anda adalah seorang pencari kebajikan, alam akan mencambuk dengan terik dan badai, tapi ia tak akan pernah mencari perlindungan, bahkan ia akan membuka matanya untuk mencari jalan kebenaran yang gelap pekat, jadi apabila anda suatu saat merasa tak mampu lagi mencernakan huruf-huruf dalam buku anda, itu adalah saatnya bagi anda untuk bertualang mencari kebenaran dan kebajikan. Bukanlah masanya bagi anda untuk mengisi waktu luang dalam termangu-mangu, sementara cuaca cerah di luar rumah. Sebab dalam ketermanguan dan kebosanan seperti itu, terkadang muncul kerisauan yang menggamit hati anda dan tercampaklah sejuta kegelisahan kedalam relung-relung benak anda dan kemudian anda akan merasa kecil sekali, bahkan tak ada artinya; adakah kemudian anda merasa lemah dan pengecut? Ya, tentu saja, sebab bila anda merasa langit kelabu menelungkup di atas ruang dan waktu yang melingkup anda, hal ini akan menggoyahkan arah hidup anda. Apalagi bagi diri anda yang jauh dari kesibukan yang berarti, ketermanguan dan ketidak tentuan akan menyudutkan anda ke dinding rongga kehancuran.

Adalah suatu kenyataan yang tak dapat dibantah, bahwa pada suatu saat lagi, seperti halnya matahri yang terbit pagi demi pagi. Keluangan waktu itu datang lagi, dan anda tak mau mati dalam sepi, apa yang akan anda lakukan ? anda mungkin dapat saja berpengap harap, bahwa harapan anda tak pernah padam dan bahwa di perasaan penghabisan ada bintang harapan yang kemerlap, padahal entah dimana dan siapa yang sudi, menjual mimpi di simpang yang sesepi itu; kemudian sekali maka rantai pengharapan itu akan membelenggu anda dan saat itu anda baru yakin bahwa sekali tiba di ujung. Maka ratap penghabisan mudah terdekap dan lemahlah seluruh sendi anda bila harapan diserang kenyataan.

Memang benar, bahwa sebagian orang akan meluangkan waktunya yang begitu mengasyikkan, bagi mereka, waktu luang adalah waktu untuk menekuni kelambatan waktu yang berjalan merangkak dalam kesepian, walaupun hasil yang dicapai untuk mengimbangi energy yang telah dikeluarkannya adalah nol besar. Tidak sedikit pula orang yang meluangkan waktunny dengan menanti dan menekuni kedewasaan yang tak pernah datang, padahal kedewasaan itu tertanam dalam dirinya sendiri.

Sesungguhnyalah, bagi orang-orang yang pernah sukses, yang tahu artinya yakin dan mau, waktu luang itu tak pernah punah dan berlaku begitu saja. Sebab ia tahu bahwa begitu banyak yang harus ia ketahui dalam cakrawala hidup yang serba tak diketahui itu.

Seharusnyalah anda menjauhi waktu luang yang sepi, ini bukan berarti anda ingin mati atau melarikan diri, tapi anda mencari dan merenungkan apa yang terjadi dan kemudian memetik beberapa intisari.

****

hubungan manajemen waktu mahasiswa, saat kebosanan membelenggu di kerja, waktu luang

Beruntungnya…

May 3rd, 2009 by indra permana No comments »

Beruntungnya menjadi anggota Tim Medis Asy-Syifaa’
Tulisan ini saya buat semata-mata untuk membuat teman-teman seperjuangan saya di TMA dan calon anggota TMA agar menjadi sedikit termotivasi (itu juga kalo termotivasi) agar terus aktif dan mengambil manfaat yang banyak sekali dari TMA ini dan mungkin sedikit membuat mupeng orang-orang yang ga ikut TMA ataupun yang ga lulus TMA.

Tulisan ini saya buat sepulang ujian praktik TMA angkatan dua. Saya disitu nungguin pos 3 tentang kasus lapangan. Jujur aja ya, saya ini baru turun banmed 1 kali dan saya belum pernah mendapat pasien seperti yang diujikan, saya pun belum pernah membaca tentang cara mendiagnosis kasus lapangan, saya pun belum membaca tentang penatalaksanaan berbagai macam kasus lapangan. Tapi berkat peserta yang belajar dengan keras, saya bisa mendengar penjelasan tentang cara mendiagnosis kasus lapangan dan penatalaksanaannya. Makasih ya peserta. Hehehe.. ok, back to topic, saya ingin membagikan perasaan saya ketika menjadi bagian dari keluarga TMA.

Mungkin di saat orang lain belajar dengan mannequin
Saya bisa belajar langsung dengan manusia

Mungkin di saat orang lain belajar bioetik dari slide
Saya bisa menerapkan etika langsung saat berhadapan dengan pasien

Mungkin di saat orang lain bisa menuliskan PE dan ANAMNESIS di kolom More Info
Saya bisa melakukan PE dan ANAMNESIS langsung pada orang sakit

Mungkin di saat orang lain hanya mengenal teman satu angkatan bahkan hanya satu genknya
Saya bisa mengenal semua angkatan bahkan sampai alumni

Mungkin di saat orang lain dapet fun,fun,fun saat liburan
Saya bisa dapet fun,fun,fun dan ilmu,ilmu,ilmu saat turun proyek di waktu liburan

Mungkin di saat orang lain belajar dari textbook
Saya bisa belajar dari textbook dan pasien

Mungkin di saat orang lain masih memimpikan untuk dipanggil dokter
Saya sudah sering dipanggil dokter oleh pasien

Saya mungkin memang bukan seorang yang ahli dalam bidang medis, saya pun masih hijau lah kalo dibandingin sama yang lain, tapi atas bantuan teman-teman untuk tidak turun proyek, itu membuat saya mendapat banyak ilmu baru yang seharusnnya teman-teman rasakan, ya walaupun harus sedikit mengorbankan waktu bersantai dirumah atau waktu shoping hari sabtu dan minggu. Terima Kasih teman, semoga ilmu-ilmu yang seharusnya kalian ambil, bisa saya dapatkan untuk menjadi bekal saya ketika saya menjadi dokter.

PERUBAHAN

May 3rd, 2009 by indra permana No comments »


ada dua hal yang tidak bisa kita hindari, yaitu KEMATIAN dan PERUBAHAN”

kalimat itu saya dengar hari jumat kemaren tepatnya tanggal 1 mei 2009 dari mulut Nurcahyo, beliau sedang mengisi acara di Trans TV yang saya juga ga tau judul acaranya tuh apa, pokokya waktu itu pembawa acaranya cheche kirani dan pengisi acaranya itu Nurcahyo. Pada tau kan nurcahyo yang mana? Itu tuh yang punya kemampuan buat melihat kondisi orang lain, kalo masih inget dulu beliau memandu acara Menembus Batas di ANTV.

Udah ah bahas Nurcahyo nya, yang ingin saya sampaikan sekarang adalah pesan yang disampaikan oleh beliau. pada acara tersebut baik penonton di studio dan penelepon di rumah menceritakan segala keluh kesah mereka, seperti biasa nurcahyo sudah bisa menebak pikiran orang tersebut. Nah, ada satu penonton di studio yang menceritakan masalah dia adalah saat ini dia sering sekali mendapat masalah, baik di rumah, di kantor, di manapun dia hampir banyak masalah yang menimpanya, ya intinya orang ini sudah bingung dengan apa yang terjadi dengan dirinya. Awalnya saya pikir nurcahyo akan memberikan nasihat yang standar, tapi ternyata dengan kemampuannya membaca pikiran dia mengatakan seperti ini: » Read more: PERUBAHAN

lama tak bersua

April 30th, 2009 by indra permana No comments »

mmmhhh… tampaknya udah lama ya sejak postingan terakhir blog ini ga pernah di update lagi, sampe si kautsar ikutan protes gara-gara blog ini ga pernah diisi postingan baru lagi. kemana saja indra selama ini?

santei bro, kemaren2 sibuk ngurusin blog-olymphiart-yang-dikerjain-setengah hati-dan-ga-menang-apapun…ya iyalah gimana mau menang isinya nantangin komdis sama juri, komdis dan juri yang aneh kalo tiba2 menangin blog saya.

jadi intinya sekarang mau cerita apa? ga ada. ya emang ga ada yang mau diceritain, cuma pengen bilang aja kalo saya udah balik lagi. balik lagi ke rutinitas sebagai seorang mahasiswa FK UNPAD yang setiap senin,rabu,jumat tutorial sampe jam 12 trus lab sampe jam setengah 4, selasa dateng untuk kuliah yang ga jelas jadwalnya, dan kamis libur tapi asa sibuk dan banyak kegiatan.

mmmhhh,,tampaknya ada yang kecewa nih cape2 loading lama ngebuka blog saya dan cuma baca tulisan ga berisi kayak gini. ok deh sekarang saya bakal ceritain suasana hati yang sebenernya udah sering bgt dialami.

jadi gini, saya pengen ngebahas tentang penting fokus pada pekerjaan. sampe saat ini fokus jadi masalah yang sangat-sangat-sangat mengganggu saya, masalah utamanya adalah bagaimana caranya untuk fokus pada satu pekerjaan sebelum mengerjakan hal lainnya. sebagai contoh, saya sekarang malah ngetik tulisan di blog ini padahal niat saya nyari dan ngerjain LI. saya udah search puluhan artikel dan ebook di internet tentang bagaimana caranya fokus, tapi kebanyakan ngajarinnya cuma atur waktu, tentukan prioritas, de el el, dll… setelah semua saya jalanin tapi tetep aja saya ga bisa fokus. jadi inti masalahnya dimana? ya intinya kayak gini, saya udah mengatur waktu, saya udah mengatur prioritas, tapi saya butuh seseorang, sesuatu, ato apapun yang bisa MEMAKSA saya untuk melakukan semua hal itu dan ga berpindah ke lain pekerjaan sebelum itu selesai. dan itu sampe saat ini belum ketemu solusinya…

saya mikir lagi kenapa sih bisa kayak gini, yang salah tuh sebenernya dimana? apa di diri saya yang ga bisa diatur, ato emang ada suatu “missing link” yang ngebuat saya ga bisa fokus. ok saya utarakan kenapa saya ga bisa fokus, simple jawabannya, karena saya selalu kepikiran buat ngerjain yang lainnya sebelum pekerjaan yang satu itu selesai dikerjain. hasilnya ya berantakan.

HELP ME!! masalah ini kalo dipikir-pikir sebenernya bisa jadi bom waktu, kenapa? karena kalo ga bisa fokus hasilna pas kerja ntar malah jadi setengah-setengah…fuuhhh….

kenapa PEMILU hari KAMIS?

April 8th, 2009 by indra permana No comments »

mungkin pada bingung ya ngeliat judul diatas? kok kayak yang ga penting bgt ngebahas PEMILU yang hari KAMIS, so what kl hari kamis? ya emang sih kl dipikir sekilas mah ga penting ngebahas kenapa PEMILU itu hari kamis, tapi ide ini muncul ketika saya lagi ngelamun di tempat paling oke buat dapetin ide2 gila, yaitu di kamar mandi…hehehehe…(pantes judulnya bau…hahahaha)..

jadi gini, saya mulai ga habis pikir kenapa pemerintah menetapkan PEMILU itu hari
kamis? emang sih karena jumatnya ada paskah, jadi sekalian aja diliburin. nah itu dia yang akan saya perbincangkan sekarang, intinya kenapa di Indonesia ini banyak banget HARPITNAS (hari kejepit nasional) yang dijadiin hari libur sama pemerintah. menurut saya keputusan meliburkan hampir semua HARPITNAS bener2 ngebuat bangsa kita ini jadi ga produktif.

saya kasih contoh ya, menurut undang-undang yang saya tau jam kerja pegawai itu sekitar 8 jam sehari 5 hari seminggu, atau sekitar 40 jam per minggu, yang artinya kalau dalam 1 tahun itu ada 52 minggu (ceritanya setiap minggu masuk) maka total kerja pegawai dalam satu tahun mencapai 2080 jam.

ok, itu asumsi kalau semua pegawai kerja 8 jam sehari 5 hari seminggu selama setahun penuh. nah sekarang mari kita berpikir tentang kenyataan yang ada saat ini. kalau setiap hari pegawai diberi jatah 8 jam per hari untuk bekerja (masuk 08.00 pulang 16.00), apakah mereka benar2 bekerja selama 8 jam? saya yakin jawabannya tidak, paling tidak dari jam 12.00 sampe jam 13.00 mereka semua istirahat,makan, dan shalat bagi muslim. berarti dalam setahun sudah hilang 260 jam.

lalu bila semua pegawai mengambil cuti rata-rata 3 hari dalam 1 tahun (biasanya setiap pegawai mendapat jatah cuti 2 minggu dalam 1 tahun) maka jumlah jam yang hilang adalah 3 hari x 8 jam yaitu 24 jam dalam setahun.

lalu kalo setiap idul fitri diberi jatah libur 1 minggu maka waktu yang hilang adalah 5 x 8 jam adalah 40 jam. nah satu lagi yang jadi fokus utama saya adalah HARPITNAS ini, harpitnas biasanya karena tanggal merah di hari kamis sehingga hari jumat libur andaikan dalam 1 taun ada 10 kali harpitnas, berarti jumlah jam yang hilang adalah 20 hari x 8 jam yaitu 160 jam.

nah total jumlah jam yang hilang dalam 1 taun mencapai 260+24+40+160 = 484 jam. so, total jam kerja pegawai di Indonesia adalah 2080 jam – 484 jam = 1596 jam. nah kalau di rata2kan kembali maka setiap harinya para pegawai itu bekerja 1596 jam/260 hari = 6,1 jam perhari.

wow, mungkin bangsa ini akan maju jika 6,1 jam itu dipakai secara efektif. tetapi saya tidak yakin kalau 6.1 jam itu dipakai secara efektif, kalau boleh saya asumsikan, jika dikurangi waktu ngobrol, makan makanan ringan, telepon, ke kamar kecil, dll. maka mungkin tiap hari para pegawai itu hanya bekerja 5 jam sehari….
yah itu hanya berbagai asumsi saya saja. semoga asumsi saya itu tidak ada yang benar sama sekali. maklumlah anak muda, idealismenya masih tinggi. kalo saya baca di novel 5 cm itu ada kata2 gini di belakang covernya,”idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki generasi muda…”

wp