“ada dua hal yang tidak bisa kita hindari, yaitu KEMATIAN dan PERUBAHAN”
kalimat itu saya dengar hari jumat kemaren tepatnya tanggal 1 mei 2009 dari mulut Nurcahyo, beliau sedang mengisi acara di Trans TV yang saya juga ga tau judul acaranya tuh apa, pokokya waktu itu pembawa acaranya cheche kirani dan pengisi acaranya itu Nurcahyo. Pada tau kan nurcahyo yang mana? Itu tuh yang punya kemampuan buat melihat kondisi orang lain, kalo masih inget dulu beliau memandu acara Menembus Batas di ANTV.
Udah ah bahas Nurcahyo nya, yang ingin saya sampaikan sekarang adalah pesan yang disampaikan oleh beliau. pada acara tersebut baik penonton di studio dan penelepon di rumah menceritakan segala keluh kesah mereka, seperti biasa nurcahyo sudah bisa menebak pikiran orang tersebut. Nah, ada satu penonton di studio yang menceritakan masalah dia adalah saat ini dia sering sekali mendapat masalah, baik di rumah, di kantor, di manapun dia hampir banyak masalah yang menimpanya, ya intinya orang ini sudah bingung dengan apa yang terjadi dengan dirinya. Awalnya saya pikir nurcahyo akan memberikan nasihat yang standar, tapi ternyata dengan kemampuannya membaca pikiran dia mengatakan seperti ini:
“…bu, kalo saya lihat masalah ibu sebenarnya masalahnya bukan pada orang lain, tetapi masalahnya adalah saat ini ibu kurang menjalin silaturahmi dengan orang lain seperti dulu, saat ini ibu sudah terlalu sibuk dengan kesibukan ibu dan mulai melupakan silaturahmi. Nah, sekarang mulailah jalinan silaturahmi seperti dulu. Ada banyak cara untuk silaturahmi, tapi ada 1 prinsip penting dalam menjalin silaturahmi, yaitu SENYUM. Senyum itu ada 3 macam, SENYUM FISIK, yaitu senyum yang ibu perlihatkan pada orang lain, SENYUM HATI, yaitu ketika hati ibu melihat semua sebagai sesuatu yang indah, dan SENYUM PERBUATAN, yaitu ketika perbuatan ibu bisa membuat orang lain tersenyum…”
Nah, disini ada pelajaran yang ingin saya ambil. Yang pertama adalah ternyata yang menentukan diri kita itu bukan hanya kita sendiri, tetapi ada orang lain yang ikut menentukan diri kita, itulah mengapa ISLAM begitu menganjurkan untuk mempererat tali silaturahmi. Yang kedua adalah mungkin kita sering tersenyum pada orang lain, tetapi ternyata senyum itu tidak mudah, bagi saya senyum itu bukan hanya ketika kita memperlihatkan bibir kita yang mengembang ke arah lateral secara simetris, tetapi ketika kita bisa membuat orang lain tersenyum dengan senyuman kita.
Lalu setelah itu ada penelepon seorang ibu yang ingin menceritakan masalahnya juga. Nah setelah panjang lebar menceritakan masalahnya, masalah intinya adalah ibu ini belum mempunyai keturunan padahal usianya saat ini sudah 41 tahun. Ibu ini sudah sangat cemas dengan dirinya karena ya usia 41 sudah bukan usia emas untuk mengandung dan melahirkan. Lalu saya kembali terhentak dengan jawaban dari nurcahyo ini:
“…bu, lamanya usia itu bukan berarti menggambarkan LAMANYA ANDA HIDUP, tetapi lamanya usia itu menggambarkan BANYAKNYA PILIHAN HIDUP yang bisa ibu pilih…”
Saya sudah tidak mendengarkan uraian nurcahyo berikutnya, saat itu saya langsung berpikir tentang pernyataan yang baru saja diucapkannya. Ya saya berpikir lagi tentang usia saya yang sudah menginjak kepala 2, masih muda sih bagi sebagian orang, tapi ternyata umur 21 (juli nanti) itu bukan umur yang menjadi masalah saya, tetapi akan banyak sekali pilihan-pilihan hidup yang harus saya pilih, dan tentunya akan banyak sekali keputusan-keputusan yang harus saya ambil untuk menentukan masa depan saya kelak. Nah, sampai saat ini saya selalu ragu dengan banyaknya pilihan yang harus saya hadapi, banyak sekali sampai-sampai saya melewatkan banyak pilihan tersebut sehingga saya tidak mendapatkan apapun dari banyaknya pilihan itu. Ya mungkin kalo kata iklan A Mild sih makin banyak pilihan makin pusing. Lalu ditengah kepusingan saya, saya menonton acara Mario Teguh tadi malam, dan pada saat itu ada satu peserta di studio yang menanyakan tentang pilihan hidup, dan masalahnya sama persis dengan masalah saya. Lalu Mario Teguh menjawab:
“…setiap keputusan yang harus diambil selalu memberi kita 2 pilihan, yaitu BENAR atau SALAH. Kita tidak akan pernah mengetahui keputusan kita itu benar atau salah sampai kita memilih salah satu diantaranya. Oleh karena itu, JANGAN PERNAH RAGU UNTUK MEMUTUSKAN SESUATU karena semakin cepat kita mengetahui bahwa keputusan kita itu salah, maka semakin cepat kita bisa mengambil tindakan untuk dapat kembali pada keputusan yang BENAR…”
Dahsyat, pelajaran yang saya dapatkan disini adalah keraguan dalam memilih atau mengambil keputusan berarti mengurangi waktu kita untuk memperbaiki setiap kesalahan yang kita buat. Nah, lalu apa maksud kutipan kalimat di awal artikel ini? Bagi saya, PERUBAHAN itu tidak bisa kita hindari, dan perubahan merupakan pilihan bagi kita. Kita bisa memilih untuk berubah ke arah lebih baik atau lebih buruk. Seperti tadi sudah saya uraikan, semakin lama kita mengambil keputusan untuk berubah, semakin sedikit waktu kita untuk merubah diri kita ke arah yang lebih baik.
info lainnya tentang PERUBAHAN:
dapatkan domain gratis ber-ekstensi co.cc
cek ketersediaan nama domain:
Artikel Terkait:




